Mengenal Islam

Islam (secara bahasa berarti “berserah diri kepada Tuhan”) adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah SWT. Merupakan salah satu Agama terbesar yang ada di dunia, dan terbesar di Indonesia.

 Meluruskan pengertian Islam yang salah kaprah

Banyak beredar dikalangan umum dan juga Umat Islam sendiri mengenai pengertian Islam dan atau asal mula nama Islam. Salah satunya adalah yang mengatakan bahwa Islam berasal dari singkatan 5 nama Sholat Wajib, yakni

I: Isya’

S: Shubuh

L: Luhur

A: Ashar

M: Maghrib

Hal ini adalah sebuah kesalahan, karena nama Islam bukan berasal dari singkatan nama 5 Sholat Wajib

Islam sangat berbeda dengan Muhammadanisme

Muhammadenisme atau yang berarti hasil dari pemikiran Muhammad adalah sebutan orang barat terhadap Ajaran Islam. Mereka mengira bahwa Islam sama seperti agama lainnya, yakni buah dari hasil pemikiran seseorang atau kelompok, padahal Islam bukanlah milih seseorang atau kelompok melainkan satu-satunya Agama yang Allah turunkan kepada kita, Allah SWT. berfirman :

“…. اِنَّ الدِّيۡنَ عِنۡدَ اللّٰهِ الۡاِسۡلَامُ”

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. …”

 

Nama Islam juga ada pada Pedoman Umat Islam, yakni Qur’an dan Hadits. Mari kita bandingkan, Agama Buddha namanya didasarkan dari nama Gautama Buddha dan Agama Kristen didasarkan dari nama Yesus Kristus. Namun Islam tidak menyangkut pautkan satupun nama Nabi dan Rasul yang pernah diutus untuk menyampaikan Ajaran Islam.

 

Arti Kata Islam

Secara Etimologis, Islam berarti Keselamatan, Kedamaian dan Penyerahan Diri. Dan dari ketiga makna tersebut, itulah yang menjadi substansi Ajaran Islam. Islam menjamin Keselamatan Dunia dan Akhirat bagi mereka yang mau mengikuti perintah-Nya dan menjauhi Larangan-Nya. Islam mengajarkan kedamaian, mengajarkan berbuat baik kepada seluruh makhluk yang ada, termasuk orang-orang non-muslim dan alam lingkungan sekitar. Islam juga mengajarkan untuk berserah diri kepada Allah SWT., untuk selalu beribadah kepada-Nya, dan melakukan sesuatu dengan niat ikhlas karena Alla SWT. semata.

Arti Kata Islam secara Terminologis

Dalam hal Terminologis, Islam memiliki 2 arti, yakni :

  • Islam secara Luas

Islam adalah Agama yang diwahyukan Allah SWT. kepada semua Nabi, sejak Nabi yang pertama sampai Nabi yang terakhir.

  • Islam secara Khusus

Islam adalah Agama yang khusus diwahyukan Allah SWT. kepada Nabi atau Rasul terakhir, yakni Nabi Muhammad SAW. (Khatam al-anbiya’ wa al- mursalin).

Penyempitan makna Islam, yakni adalah Agama yang diwahyukan kepada Nabi terakhir, Muhammad SAW. dilatarbelakangi kenyataan bahwa Ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi-nabi sebelumnya kini sudah tidak mampu lagi bertahan akan kemurniaannya. Sudah terjadi penyelewengan dan pemutar balikan ajaran, seperti ke-Tauhid-an (Ke-Esa-an) menjadi ke-Tatslits-an (ke-Trinitas-an). Dan Ajaran Agama Islam yang dibawa oleh Nabi terakhir, Nabi Muhammad SAW. adalah Agama yang sempurna, penyempurna dari Ajaran-ajaran sebelumnya dan kemurniannya akan terus berlangsung hingga kiamat nanti.

Mempelajari Islam

Dalam mempelajari Islam, setidaknya ada 2 pendekatan yang bisa digunakan, yakni :

  • Pendekatan Normatif

Pendekatan Normatif berarti mempelajari Islam langsung dari sumbernya. Dalam Islam, ada 2 sumber pedoman yang digunakan, yakni Qur’an dan Hadits. Sehingga Ajaran Islam yang sebenarnya adalah Ajaran Islam yang terkandung dalam Qur’an dan Hadits.

  • Pendekatan Historis

Pendekatan Historis berarti mempelajari Islam dari sejarah para pemeluk Agama Islam, yakni Umat Muslim. Dalam hal ini, kita bisa melihat dan mempelajari bagaimana Muslim mengamalkan Ajaran Islam yang bersumber dari Qur’an dan Hadits, bagaimana mereka meraih kebaikan-kebaikan yang mereka dapatkan, bagaimana mereka menjauhi segala bentuk godaan dan larangan yang ada, inilah Pendekatan Historis.

Masing-masing pendekatan memiliki medan aplikasinya sendiri. Untuk memahami ajaran Islam yang benar, diperlukan pendekatan normatif, bukan pendekatan historis, karena apa yang dipraktekkan umat Islam dalam perjalanan sejarah mereka belum tentu sejalan dengan ajaran Islam. Ingat ungkapan : al-Islam mahjub bi al-muslimin (Islam itu seringkali terhalang oleh umat Islam sendiri). Dalam Pendekatan Historis, kita bisa mengambil nilai-nilai positif di dalamnya.

Sumber Pedoman Islam

Dalam Islam, sumber pedoman utamanya adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits. Namun, dikalangan para Ulama, setidaknya ada 3 wacana mengenai sumber pedoman ajaran Islam, yakni :

  1. Al-Qur’an dan Al-Hadits,
  2. Al-Qur’an, Al-Hadits dan Al-Ijithad,
  3. Al-Qur’an, Al-Hadits, Al-Ijma’ dan Al-Qiyas.

Dari ketiga pendapat tersebut, kita bisa melihat dimana titik temu dari pedoman Ajaran Agama Islam, yakni Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang berwujud lafal Arab yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw dan diriwayatkan dengan jalan periwayatan yang mutawatir. Al-Qur’an sebagai al-mu’jizat al-kubra (the greatest miracle) bagi nabi Muhammad  saw dalam berbagai aspeknya (wujuh al-I’jaz), baik bahasa, sastra, kandungan makna, cerita masa lalu dan masa mendatang serta lain-lain. Termasuk kenyataan bahwa al-Qur’an merupakan satu-satunya kitab suci yang mampu dihafal oleh jutaan orang.

Al-Qur’an yang terdiri dari 30 juz, 114 surat dan 6236 ayat terjaga otentisitasnya sampai hari ini, sesuai dengan jaminan Allah SWT. Ia berfirman :

َانَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا الذِّكۡرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰـفِظُوۡنَ‏9. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

Penjagaan al-Qur’an dilakukan bersama-sama antara tulisan dan hafalan. Al-Qur’an turun dalam tempo 22 tahun lebih (22 tahun, 2 bulan, 22 hari) dibagi dalam 2 (dua) periode: Mekah (Makkiyyah) dan Medinah (Madaniyyah) dengan ciri-ciri umum yang sudah cukup dikenal. Perhatian umat manusia terhadap al-Qur’an jauh melampaui perhatian mereka terhadap kitab-kitab suci yang lain. Kepustakaan studi al-Qur’an yang ada sekarang, membuktikan kebenaran pernyataan itu.

Khusus di kalangan umat Islam, perhatian terhadap al-Qur’an telah melahirkan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan al-Qur’an dari berbagai aspeknya, yang populer dengan sebutan ‘Ulum al-Qur’an. Di dalamnya terdapat banyak sub disiplin ilmu, seperti:

  • llmu tafsir
  • Ilmu asbab al-nuzul
  • Ilmu al-makki wa al-madani
  • Ilmu al-munasabah, dan lain-lain.

Tafsir

Secara garis besar, tafsir dibedakan menjadi 2 (dua):

  • Tafsir bi al-ma’tsur 

yakni Penafsiran dengan riwayat, yaitu menafsirkan Al-qur’an dengan Al-qur’an, Al-qur’an dengan Al-hadits.

  • Tafsir bi al-ra’y 

yakni Penafsiran dengan akal, misalnya menafsirkan Al-Qur’an menggunakan ilmu bahasa.

Yang pertama bersifat tradisional, yang kedua bersifat rasional.

Al-Hadits sebagai Sumber Ajaran Islam

Al-Sunnah atau Al-Haditsyang merupakan sumber pedoman Islam kedua setelah Al-Qur’an, didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW. yang berupa perkataan (qaul), perbuatan (fi’il) dan persetujuan ( taqrir). Dari sinilah dikenal pembagian sunnah menjadi qauliyyah (perkataan nabi), fi’liyyah (perbuatan nabi) dan taqririyyah (persetujuan nabi).

Pembagian hadits bisa juga dilakukan dari perspektif yang lain.

Dari segi bisa diterima atau tidaknya, hadits dibagi menjadi maqbul (diterima) dan mardud (ditolak).

  • Termasuk yang maqbul adalah hadits shahih dan hasan.
  • Sedangkan yang mardud adalah hadits dha’if dengan segala macam kedha’ifannya.

Dari segi banyak atau sedikitnya perawi, ada hadits mutawatir  (diriwayatkan orang banyak) dan hadits ahad (diriwayatkan satu orang saja).

Kodifikasi hadits berlangsung lebih akhir daripada al-Qur’an dikarenakan alasan-alasan tertentu. Bahkan ada larangan menulis hadits pada masa nabi, kendati ada pula yang membolehkannya. Larangan tersebut karena ditakutkan bercampur dengan al-Qur’an.

Fungsi al-Sunnah terhadap al-Qur’an:

  • Sebagai penguat (ta’kid)
  • Sebagai penjelas (bayan)
  • Sebagai pembawa ketentuan baru (tasyri’ jadid)

Islam adalah agama yang sempurna (kamil), sesuai dengan penegasan Allah dalam Al-Qur’an (S. Al-Maidah : 3). Ajaran Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, di dunia dan di akhirat kelak. Oleh karena itu, Islam adalah agama yang komprehensif (din syamil). Dalam istilah yang salah kaprah (al-khata’ al-masyhur), disebut Islam kaffah.

Dengan mendasarkan diri pada hadits Jibril a.s. tentang iman, islam, dan ihsan sebagian ulama dan sarjana merumuskan sistematika ajaran Islam menjadi 3 (tiga) bagian besar :

  • Aqidah
  • Syari’ah
  • Akhlaq

Sekedar perbandingan, alm. Prof. Dr. H. A. Mukti Ali menulis bahwa setiap agama memiliki 3 (tiga) unsur pokok :

  • Sistema credo (tata keyakinan)
  • Sistema ritus (tata peribadatan)
  • Sistema norma (tata aturan perilaku).

 

Comment with Facebook

Leave a Reply